Posted by: rumahzakatpalembang | December 1, 2007

Bantuan Dari Hati Untuk 222 Petani

khitanan-prima-indah.jpg

Banyaknya kegiatan – kegiatan sosial yang diadakan lembaga maupun perusahaan, seringkali masih sebatas di daerah perkotaan saja. Sedang daerah – daerah pedalaman yang sulit dijangkau, kerap “terlupakan”. Padahal justru di daerah pedalaman inilah banyak penduduknya hidup dengan sangat sederhana. Pada hari Sabtu (23/11) kemarin, Rumah Zakat Indonesia cabang Palembang mengadakan bakti sosial kepada 222 orang petani di RT 17 desa Gandus, salah satu daerah pinggiran kota Palembang. Pada kegiatan ini masyarakat memperoleh bantuan daru Rumah Zakat berupa pengobatan gratis, siaga sandang dan penyaluran kornet qurban, hasil dari program Superqurban 1427 H yang terus di salurkan sepanjang tahun.

Untuk mencapai desa Gandus, tim Rumah Zakat harus menempuh perjalanan kurang lebih selama satu jam. Di desa petani buah dan sayur mayur ini belum tersedia fasilitas listrik dan air ledeng. Untuk kebutuhan sehari-hari mereka mengambil air dari sumur, sedang listrik mereka gunakan baterai (Aki). Karena lokasinya yang cukup terpencil, sangat jarang bantuan mereka terima. Mungkin saja hal ini karena “kemiskinan” mereka kurang terekspose media.

Acara ini di buka pada pukul 09.00 Wib dan di hadiri ketua RT 17 Gandus, Bapak Rohadi. Beliau mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan bersemangat untuk menerima rombongan Rumah Zakat padahal awalnya Rohadi mengakui dirinya menolak karena dia mengira bantuan dari partai yang berkampanye. Rohadi berharap bantuan dari Rumah Zakat seperti ini dapat mereka terima lagi di waktu mendatang.

Pada acara bakti sosial ini Rumah Zakat melayani 112 pasien pengobatan gratis, 60 orang penerima pakaian siaga sandang dan 50 kk penerima kornet qurban. Masyarakat yang diundang hadir bukan saja dari RT 17 desa Gandus, akan tetapi juga RT 18. Antusisme luar biasa dari penduduk RT 18 terlihat dari jarak perjalanan mereka sejauh 3 km yang mereka tempuh dengan berjalan kaki. Saat pembagian pakaian gratis juga masyarakat terlihat sangat kegirangan memilih pakaian yang mereka sukai, sehingga panggilan untuk periksa kesehatan seolah tidak mereka hiraukan. Relawan Rumah Zakat harus mengulangi berkali-kali agar pasien dapat diperiksa sesuai nomor urut pendaftaran.

Salah satu penerima bantuan Maimunah (55) mengatakan “bagus, senang, pokoknya bagus, kalau bisa Rumah Zakat ngadain lagi acara serupa di lain hari”. Hal senada juga di sampaikan Abdul Muin (38), “bagus, senang. Kegiatan seperti ini baru pertama kalinya diadakan di daerah kami. Pada dasarnya sangat mendukung sekali di adakan baksos ini, karena daerah pelosok seperti daerah kami ini sangat jarang di kunjungi orang. Buktinya listrik saja belum masuk. Semoga acara seperti ini sering diadakan di daerah kami”, harapnya.

Menurut Siti Balkis, Program Officer, penduduk yang masih anak – anak menderita batuk, demam dan pusing. Sedangkan yang dewasa menderita darah tinggi, sakit kepala dan maag. Rumah Zakat berharap dengan kegiatan ini, masyarakat menyadari pentingnya kesehatan dan tidak terlambat dalam penanganannya. Kegiatan ini juga semakin memperluas wilayah penerima bantuan Rumah Zakat di kota Palembang, pungkasnya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: