Tidak mudah memperoleh sebungkus plastik daging kurban. Di Pangkalpinang, seorang ibu yang sedang hamil tujuh bulan harus pingsan dan terinjak-injak sebelum mendapatkannya.
Nila, nama ibu itu bersama sekitar seratus warga lain sebenarnya telah berbekal kupon untuk mengambil jatah gratis setahun sekali itu. Tetapi nafsu kerapkali menyalip logika. Naluri untuk lebih dulu mendapatkan daging gratis menyergap sekitar seratus orang itu. Adrenalin mereka tentu saja memuncak. Rebutan pun tak terhindarkan.
Nila yang berpenampilan bukan golongan orang tak mampu, turut menjulurkan tangannya jauh – jauh untuk meraih seonggok daging sapi. Namun kekuatan tubuhnya tak mampu menandingi warga lainnya. Ia justru terjatuh, terinjak-injak, tertelungkup. Nila kehilangan kesadaran. Pingsan.
Suasana di lapangan merdeka Pangkalpinang, Bangka pun bertambah heboh. Nila yang mengenakan kaos hijau dan celana jins hitam kemudian ditolong dua warga, menjauh dari tenda tempat perebutan itu.
Tetangganya ikut mengusap wajah ibu berkulit kuning tersebut dengan tangan yang dibasahi air. Pipi Nila disentak-sentak agar segera sadar.
Satu menit berselang ibu itu mulai sadar, meraba perutnya dan menjerit, ”anakku, anakku!”. ia masih terkulai lemas.
Warga kemudian menggotongnya untuk naik motor, diapit pengendara dan pembonceng lain di belakangnya. Perut buncitnya menyembul keluar karena kancing celananya dibuka untuk mengurangi rasa sesak.
Nila dilarikan ke rumah sakit. Tak lupa panitia memberinya satu bungkus plastik daging qurban seberat tujuh ons itu.
Sumber : Harian Sriwijaya Post – Jum’at, 21 Desember 2007
Posted in External News