Posted by: rumahzakatpalembang | January 3, 2008

Penantian 7 Tahun Warga Talang Kelapa

baksos-muara-sugi.jpg

Setelah kurun waktu tujuh tahun warga desa Muara Sugih kecamatan Talang Kelapa kembali dapat menikmati daging qurban. Hari ini (21/12) Rumah Zakat Indonesia menyalurkan 429 kaleng kornet kepada 143 kk. Acara yang di mulai pukul 9.30 WIB di rangkai dengan pelaksanaan aksi siaga sandang dan di hadiri langsung oleh kepala desa, bapak Muhammad Hariq dan ketua pengurus masjid, bapak Abdul Rohim.

Desa Muara Sugih dapat di kategorikan sebagai desa terpencil. Selain belum ada instalasi listrik dan air ledeng, penduduk desa ini juga tidak punya akses media massa seperti televisi dan koran. Kekurangan informasi dunia luar ini ditambah lagi dengan jarangnya mereka melakukan perjalanan ke kota. Biasanya mereka ke kota hanya untuk membeli pakaian dan kebutuhan rumah tangga saja. Itupun hanya mereka lakukan menjelang hari raya atau setelah panen saja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari, mereka bekerja sebagai petani dan buruh.

Untuk sampai ke desa Muara Sugih, Tim Rumah Zakat Indonesia yang terdiri dari 19 orang relawan harus melewati jalan yang tidak bersahabat. Dua mobil yang digunakan sebagai transportasi, beberapa kali terjebak genangan lumpur akibat hujan deras tadi malam. Relawanpun harus mendorong mobil beberapa kali sebelum sampai ke Masjid Jami’ Fastabiqul Khoirat tempat pelaksanaan acara.

Tiba di lokasi tim relawan mendapat sambutan layaknya pejabat negara dari warga yang telah membentuk barisan untuk menyalami relawan satu persatu. Sebelum pembagian Siti Balkis, program officer memberikan penjelasan mengenai program Superqurban yang di laksanakan Rumah Zakat Indonesia. Yusuf (35) salah seorang penerima bantuan menyatakan sangat senang atas bantuan yang di berikan Rumah Zakat Indonesia. “senang hati sebab belum pernah ada yang peduli pada kami, Rumah Zakat kedepan baksos disini lagi ya”, ucapnya penuh harap. Hal senada juga disampaikan seorang IRT, Ningsih (25) yang juga menginginkan Rumah Zakat datang kedesanya lagi. Acara ini berakhir pukul 11.45 WIB. Rancananya besok relawan akan kembali menyalurkan 250 kaleng kornet di desa Air Batu, Palembang.

Penduduk desa Muara Sugih sangat ramah dan terbuka kepada pendatang. Meskipun mayoritas muslim, pengetahuan agama mereka sangatlah minim. Ketua pengurus masjid, Bapak Abdul Rohim adalah satu-satunya warga yang bisa menjadi khotib jum’at. Keramahan dan pengetahuan ilmu agama yang kurang inilah yang membuat desa Muara Sugih menjadi sangat rawan terhadap misi kristenisasi. Karena dalam pikiran mereka yang “lugu”, setiap ada yang datang memberikan bantuan adalah orang baik, tidak perduli apa niat dibalik itu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: